Minggu, 24 November 2013

TEKNIK PERMESINAN

Adalah suatu jurusan yg banyak di gemari dikalangan pemuda,oleh karena itu marilah kita masuk dunia SMK dengan adanya smk kita bisa langsung hubungan dengan industri yg kia inginkan.
ayo banggalah jadi pemuda sekarang, tinggal masuk SMK teus lulus tinggal mencari pabrik yang kita inginkan.




#MAJUU TERUS ANAK INDONESIA

HEHEHHEHE



Minggu, 30 Juni 2013

ALKISAH PROFIL HABIB TAUFIK ASSEGAF

Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf: Gema Al-Qur'an dari PasuruanPDFPrintE-mail
Ini adalah tugas bagi mereka yang masih sadar. Para pendidiknya, para kepala keluarganya, dan semua pihak lainnya. Sayangnya, mereka masih asyik berjalan sendiri-sendiri.
www.majalah-alkisah.comSejak lama Pasuruan dikenal banyak orang sebagai kota gudangnya ulama dan habaib. Salah satu tokoh dakwah kota ini adalah Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf. Tak ada yang meragukan ketokohannya. Bukan hanya di kota Pasuruan, pengaruh dakwahnya juga mencakup kota-kota lain di Jawa Timur. Namanya juga amat familiar bahkan hingga ke berbagai pelosok negeri ini.

Pria kharismatis kelahiran Pasuruan, 1969, ini tak pernah menempuh pendidikan formal, namun dari pendidikan ta’lim ke ta’lim. Sekalipun demikian, ia sosok dai yang kreatif dalam berdakwah dan dikenal berwawasan luas.

Di bulan Ramadhan, malam-malam kota Pasuruan tampak semarak dengan nuansa dakwah lewat acara Khatmul Qur’an yang dipandu oleh sang habib. Acara Khatmul Qur’an adalah tradisi warga Pasuruan yang sudah berjalan bertahun-tahun. Acara ini digelar setiap malam di bulan Ramadan, yaitu mulai malam ke-9 Ramadan sampai malam ke-29 Ramadhan.

Dulunya, acara Khatmul Qur’an ini digagas oleh ulama kota Pasuruan, Habib Abdul Qadir Assegaf, yang tak lain ayahanda Habib Taufiq, menantu Habib Ja’far bin Syaikhan Assegaf, ulama besar Pasuruan yang juga dikenal sebagai salah satu guru Kiai Hamid Pasuruan. Habib Taufiq terus menghidupkan tradisi salafush shalih ini, yaitu ihya’ al-layali Ramadhan, menghidupan malam-malam bulan Ramadan, yang tentunya dengan amalan-amalan baik. Alhamdulillah, kota Pasuruan pada setiap malam Ramadhan pun tampak begitu hidup dan semarak dengan acara-acara keagamaan, dan ribuan orang berbondong-bondong menghadiri acara tersebut.

Tugas Bersama
www.majalah-alkisah.comMenyenangkan, ramah, dan sangat luas serta arif dalam memandang setiap permasalahan. Itu kesan yang ditangkapalKisah saat berjumpa dengan Habib Taufiq di rumahnya, sekitar sebulan silam.

Saat ditanya tentang kondisi umat Islam saat ini yang tampaknya semakin jauh meninggalkan jejak salafush shalih, Habib Taufiq menyampaikan pandangan luasnya sekaligus menuturkan langkah apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki keadaan ini.

”Sekarang, kita ini sudah ketinggalan jauh dari salaf. Ya semuanya, ilmunya, akhlaqnya, ibadahnya. Semuanya itu nyaris sudah tak tampak dari kita sehari-hari.

Kita mengenal mereka semuanya sebagai ulama, tapi semakin sedikit di antara kita, yang generasi sekarang ini, yang serius menekuni ilmu agama.

Mereka juga ahli ibadah, tapi kini kita jarang yang melaksanakan qiyamullail, awrad datuk-datuknya sendiri juga sudah tak lagi dibaca. Keturunan mereka sendiri sudah tak tahu lagi apa saja amaliyah salaf mereka....

Begitu pula di kalangan Alawiyyin sendiri. Ini adalah tugas bagi setiap Alawiyyin yang masih sadar dan masih memiliki kepedulian pada Alawiyyin.

Bagaimana cara kita memperbaiki Alawiyyin?

Ada tiga hal yang harus ditangani bersama.

Pertama, tarbiyah. Kita harus mendidik putra-putri kita agar kalau dewasa nanti tidak menjadi musuh kita. Kita didik mereka agar kalau sudah besar nanti mereka menjadi orang yang baik untuk agama.

Kedua, ekonomi mereka. Kita penuhi sisi ini, jangan sampai kekurangan, yang justru sampai-sampai orang lain yang memikirkan kita. Harus ada kesadaran pihak-pihak yang sanggup menanggulangi masalah ini dan harus ada pula pihak yang dipercaya untuk menanggung amanah dalam mengkoordinasikannya.

Ketiga, mengubah budaya. Jangan pajang foto-foto yang tak perlu dalam rumah tangga-rumah tangga kita, khususnya keluarga Alawiyyin. Pakaian-pakaian mereka yang sudah tak tepat harus diubah, diganti dengan pakaian-pakaian yang sesuai syari’at Islam. Tontonan-tontonan di rumah diubah, simpanan kaset-kaset dan CD-CD yang tak sesuai di rumah diubah, diganti dengan koleksi kaset-kaset ceramah.

Ini adalah tugas bagi mereka yang masih sadar. Para pendidiknya, para kepala keluarganya, dan semua pihak lainnya. Sayangnya, mereka masih asyik berjalan sendiri-sendiri. Ini repot. Bisa saling melemahkan.

Contohnya, anak ditaruh di pondok, pulang ke rumah, budayanya bertentangan dengan kebiasaannya di pondok. Kira-kira bisa bertahan berapa lama si anak dengan kebiasaan lamanya di pondok? Tak akan lama, si anak akan kembali jauh dari nilai-nilai agama yang ia dapat di pondok.

Aset kita sebenarnya banyak, tapi sayangnya terbengkalai. Gerakan dakwah kita, bagaimana pun mereka menampilkan gaya dakwah mereka, itu adalah aset kita. Tinggal kita benerin, apa yang kurang gimana caranya jadi tidak kurang, apa yang salah gimana caranya menjadi benar.
Kalaupun memang tidak benar, ayolah, arahkan untuk lebih benar, jangan saling bermusuhan, apa gunanya? Saya pun berdakwah dengan banyak cara.

Kita panggil semua pihak dan terus-menerus bicarakan semua masalah yang berkembang. Jangan kedepankan egoisme. Kedepankan pelayanan dan penjagaan pada umat.

Ada orang yang bisa bergerak dengan kemampuan ilmunya, ada yang dengan kemampuan finansialnya, ada yang dengan kemampuannya masing-masing. Sebaliknya, yang tidak mampu, jangan hanya duduk pada tempatnya.”-



Beragam Aktivitas Dakwah
Semasa kecil, Habib Taufiq diasuh oleh ayahandanya, Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf, dengan sebaik-baik asuhan dan didikan agama. Melengkapi bimbingan yang ia terima dari sang ayah, ia pun melanjutkan ta’limnya kepada ulama dan habaib yang ada di Pasuruan, salah satunya Habib Ahmad bin Hadi Al-Hamid.

Tak hanya Habib Ahmad, rumah habaib dan ulama ternama kota Pasuruan satu per satu ia datangi, untuk menimba ilmu mereka. “Karena itu minimlah ilmu saya. Karena saya tidak belajar seperti halnya para lulusan pesantren luar negeri,” kata Habib Taufiq merendah.

Setelah banyak belajar dari ulama dan habaib yang ada di kota Pasuruan, ia melanjutkan pelajarannya kepada seorang ulama Surabaya, yakni Habib Umar bin Hasyim Ba’agil, yang dikenal kefaqihannya. Selama belajar kepada Habib Umar, ia tinggal di Surabaya selama seminggu dan seminggu kemudian di Pasuruan. Aktivitas itu ia jalani sampai Habib Umar bin Hasyim Ba’agil wafat.

Setelah menggali ilmu ke berbagai tempat dari para ulama dan habaib, mulailah ia merintis dakwah, melanjutkan rintisan dakwah para pendahulunya. Pada awalnya ia hanya membuka madrasah di Jln. K.H. Wahid Hasyim (barat masjid kota) Pasuruan. Ia kemudian melanjutkan pengelolaan madrasah yang pernah diasuh oleh Habib Ja’far bin Syaikhan Assegaf (kakeknya) dan Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf (ayahnya).

Untuk mematangkan konsep dan langkah berdakwah, sejak tahun 2003 yang lalu ia mendirikan Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah di Jln. Sidogiri, Pasuruan. Meski pesantrennya tergolong muda usia, kini di Jawa Timur pengaruh pesantrennya ini sangat besar.

Untuk melebarkan sayap dakwahnya, dengan modal semangat bajanya dalam berdakwah ia memberanikan diri menerbitkan Majalah Cahaya Nabawi. Media dakwah ini adalah terobosan dakwahnya yang kreatif dan terbukti efektif untuk dapat masuk pada rumah-rumah kaum muslimin di berbagai penjuru wilayah tanah air. Di balik kebersahajaan majalah ini, terkandung isi yang sarat dengan ajaran agama. Amat wajar bila majalah ini pun cepat merebut pangsa pasar yang tersebar di tanah air.

Selain membagi waktu untuk mengelola majalah, ia juga rajin menyampaikan taushiyah. Di tengah kesibukannya mengelola ta’lim, majalah, radio, dan berceramah di sekitar Pasuruan, ia juga berdakwah ke berbagai wilayah di perbagai penjuru tanah air. Bahkan jangkauan dakwah Habib Taufiq merambah pada wilayah-wilayah yang terpencil.

Sampai sekarang ia secara rutin membina umat di daerah-daerah yang minoritas muslim, seperti daerah Tengger, Sampit, Bali. Habib Taufiq juga tak segan-segan mengirim santri-santrinya dan mendampingi masyarakat yang awam pengetahuan agama.

Di tengah kesibukannya berdakwah langsung ke masyarakat, ia juga juga mempunyai jadwal tetap, yakni mengajar ta’lim di rumahnya di Jln. K.H. Wahid Hasyim atau tepatnya di barat masjid kota Pasuruan tiap hari jam enam pagi dan diteruskan dengan pembacaan kalam salaf. Majelis ta’lim yang sudah berlangsung turun-temurun dari sang kakek, Habib Ja’far bin Syaikhan Assegaf, dan ayahnya, Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf, yakni membaca kitab Ihya Ulumiddin, yang diikuti masyarakat Pasuruan dan sekitarnya.

Melihat perkembangan zaman yang sangat menghawatirkan bagi kaum muslimah, Habib Taufiq kemudian berinisiatif mendirikan pondok pesantren putri, yang kemudian dinamainya ”Azzahra”, dengan tujuan mengembalikan kaum muslimah ke jalan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah, serta mengikuti jejak para salafunash shalihin.

Agar dakwahnya lebih syi’ar, setiap ta’lim di rumahnya maupun di pesantrennya dipancarkan langsung melalui Radio Suara Nabawiy, yang juga berada di bawah pengelolaannya, melalui frekuensi 107 FM dan 747 AM.

Keberadaan radio Suara Nabawy ternyata merangsang berdirinya sejumlah radio dakwah lain di Jawa Timur, yang sebagian besar dikelola oleh para dai muda yang pernah belajar kepadanya, seperti oleh Habib Hasan Al-Muhdhar di Kraksan, Probolinggo, Habib Umar Al-Hamid di Jember, Habib Sholeh Bin Jindan di Banyuwangi, serta beberapa radio dakwah lainnya di kawasan Tapal Kuda.-



Trah Keluarga Al-Qur’an

Acara Khatmul Qur’an yang dipimpinnya, yang kemudian mendapat sambutan hangat dari kaum muslimin kota Pasuruan dan sekitarnya, tentu tak terlepas dari didikan yang ia terima dalam lingkungan keluarganya yang sarat dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Tak aneh, ayah maupun kakeknya adalah para ulama yang sangat akrab dengan kehidupan Qur’ani.

Kakeknya dari pihak ibu, Habib Ja’far bin Syaikhan Assegaf, adalah seorang ulama yang mendapat julukan ”Al-Qur’an Berjalan”. Julukan yang sangat tepat. Pasalnya, hafalan, bacaan, dan pemahamannya terhadap Al-Qur’an amat mengagumkan. Ia mengeluarkan berbagai ilmu dari Al-Qur’an yang bermanfaat dan pemahaman-pemahaman yang baik. Begitu kuat hafalan dan pemahamannya, hingga sering ia menandai tanggal dengan ayat Al-Qur’an.

Ketika Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi membangun masjid di Kwitang, Jakarta, Habib Ja’far mencatatnya dengan firman Allah Ta’ala pada ayat 99 dari surat Al-Hijr, yang bermakna, ”Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini.” Jumlah nilai huruf yang ada dalam ayat ini menurut abjad Arab adalah 1356, persis dengan tahun pembangunan masjid itu (1356 H/1937 M).

Pada kesempatan lain, ketika Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi bertemu dengannya, ia pun mencatat tahun pertemuan tersebut dengan firman Allah, ”Sesungguhnya ini adalah saudaraku.” (QS Shad: 23). Jumlah ini nilai hurufnya 1368, persis dengan tahun pertemuan itu, yakni 1368 H/1949 M.

Itu bukan suatu kebetulan, nemun merupakan salahsatu tanda kekuasaan Allah yang diberikan kepada Habib Ja’far bin Syaikhan Assegaf.

Ia juha mencatat tahun selesainya pembangunan Masjid Riyadh di Gurawan, Solo, dengan firman Allah, ”Lalu mereka menjadi orang-orang yang menang (dikenal).” (QS Ash-Shaf: 14), yang nilai hurufnya berjumlah 1354. Ayat itu sebagai pertanda bahwa Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi akan menjadi ulama termasyhur yang menggantikan ayahnya, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.

Para ulama di masanya mengakui kapasitas keilmuan Habib Ja’far. ”Jika semua makna ayat Al-Qur’an, hadits-hadits Nabawiy, dan pemahaman-pemahaman sufistis dari lisan Habib Ja’far dicatat, akan banyak yang dikumpulkan,” tutur menantunya, Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf, ayahanda Habib Taufiq, alam kitabnya, Layal al-Qadr.

Ayahnya, Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf, adalah murid Habib Muhammad bin Hadi Assegaf dan Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf (ayahanda Habib Abdul Qadir Jeddah), yang tergolong murid-murid terkemuka Shahib Simthud Durar, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.

Hari-hari di bulan Ramadan selalu diisinya dengan ibadah. Di setiap pertengahan malam ia bertahajjud sampai sekitar 45 menit sebelum fajar, setelah itu ia baru sahur dengan keluarga. Setelah shalat Subuh berjama’ah di masjid Jami’ Al-Anwar, ia berziarah ke makam Habib Jafar, yang terletak persis di barat masjid sampai terbit matahari.

Ia kemudian pulang beristirahat sejenak, di pertengahan waktu shalat Dhuha, dan tidak beranjak dari mihrabnya sampai datangnya waktu shalat Zhuhur.

Setelah shalat Zhuhur berjama’ah, ia membaca dua juz Al-Qur’an dan terus berada di mihrab sampai ashar.

Setelah waktu Ashar, ia shalat di masjid dan mengadakan majelis rauhah.

Kemudian, 20 menit menjelang buka, ia mengajak para fakir dan miskin dan untuk berbuka bersama. Setelah itu ia shalat Maghrib berjama’ah.

Sekitar 30 menit waktu sebelum shalat Isya, ia baru makan bersama dengan keluarga sampai datang waktu Isya.

Setelah waktu isya, ia keluar rumah. Kemudian jama’ah diajak membaca surah Ya-Sin, Ratibul Haddad, Ratibul Attas, shalat Isya, shalat Tarawih, shalat Witir, dan dilanjutkan dengan shalat Tasbih.

Ibadah-ibadah rutin ini diamalkan secara istiqamah selama bulan Ramadhan.

Ia juga menjaga shalat jama’ah, tidak pernah ditinggalkan. Kalau tidak mendapatkan jama’ah, ia rela membayar orang-orang fakir untuk diajak shalat jama’ah, karena itu adalah sunnahnya Rasulullah SAW. Ia sangat menjaga sunnah-sunnah Rasulullah SAW, hampir-hampir tidak ada amalan sunnah yang ia tingalkan. Apa yang menjadi sunnah Nabi, ia selalu berusaha untuk mengerjakan.

Tradisi berdzikir dan membaca Al-Qur’an dibawanya sampai menjelang wafat pada waktu ba’da ashar, 19 Syawwal 1399 H/11 September 1979 M.

Di akhir umurnya sebelum meninggalkan dunia yang fana ini, ketika detik-detik terakhir, selang beberapa menit sebelum wafat, dibukanya seluruh jendela, lalu ia terbaring dan membaca ayat Al-Qur’an, yakni QS At-Tawbah: 128-129. Ketika sampai bacaan la illa hu… saat itulah ruhnya dicabut oleh Allah SWT. 

Kamis, 17 Januari 2013

Profil Habib Ali bin Soleh Al Atos

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, disini saya pengen shere ni sama para sobat sekalian tentang profil seseorang yang tegas, wibawa, 'alim, dan yang membuat saya kagum terhadap diri beliau ialah, akhalnya yang indah dan menakjubkan.
Figur kita, yang kerap tampak di perhelatan spiritual para habib, kali ini adalah Habib Ali bin Soleh Alatas, ulama yang kental berdialek Betawi, pengasuh Majelis Taklim Ar-Ridwan, Bekasi Kidul. Ihwal kepiawaian Habib Ali membaca maulid karya Syekh Abdurrahman Ad-Diba’i ini berasal dari sang kakek, Habib Muhammad bin Muhsin Alatas, generasi pertama habaib yang menjejakkan kaki di Bekasi, dan ayahnya, Habib Soleh bin Abdullah Alatas.

Sang ayah, Habib Soleh Alatas, adalah keponakan sekaligus menantu Habib Muhammad bin Muhsin Alatas. Sebelum menetap di Bekasi, ia pernah merantau ke Jambi, dan sempat menikah dengan seorang gadis yang memberinya lima orang anak. Beberapa tahun kemudian, Habib Soleh kemudian menetap di Bekasi dan mendirikan majelis taklim Ar-Ridwan, yang diasuhnya hingga wafat pada malam Kamis, 10 Muharam, atau 23 Januari tahun 1975.

Di Bekasi, Habib Soleh menikah dengan putri pamannya, Habib Muhammad bin Muhsin Alatas, Syarifah Nur, yang kemudian memberinya tujuh orang putra-putri. Habib Ali sendiri lahir pada tahun 1950, putra sulung pasangan tersebut.

Dari sang mertua pula Habib Soleh pertama kali belajar melantunkan bait-bait maulid Ad-Diba’i, yang kemudian diturunkan kepada semua putra-putrinya. Meski kemudian hanya Habib Ali yang mewarisi kepiawaian sang ayahanda, menghafal dan melantunkan maulid Diba’.

Ketika Habib Soleh wafat pada 10 Muharam atau 23 Januari 1975, Habib Ali pun mulai sering diminta membaca maulid Diba’ di berbagai tempat. Ia juga melanjutkan kebiasaan sang Ayah, membaca maulid tersebut setiap malam Jumat di musala sebelah rumahnya. Dari seringnya membaca, Habib Ali pun akhirnya hafal di luar kepala.
Beliau selain diminta untuk membaca maulid, Beliau juga selalu diminta untuk mengisi dan mengajar suatu majles ta'lim untuk mengajarkan akhlak.
Beliau apabila mengajar ilmu yang di berikan ialah tak susah, dan mudah di cerna yaitu suatu akhlak dimana beliau yang tinggal di Jalan Kartini/Mayor Oking, Bekasi Kidul ini pernah berkata “Orang berilmu belum tentu berakhlak, tetapi orang yang berakhlak sudah tentu berilmu. Biar ilmunya banyak kalau akhlaknya rendah, rendah derajatnya. Dan sebaliknya, biarpun sedikit ilmunya tetapi tinggi akhlaknya, tinggi pula derajatnya.”
Memang benar perkataan beliau itu, seseorang yang berakhlak itu sudahlah pasti berilmu karena orang yag berakhlak pastilah mempunyai budi pekerti yang baik dan di senangi banyak orang, jadi orang pun tak engan untuk memberikan ilmunya untuk orang yang berakhlak.Tapi apabola orng yang tidak mempunya akhlak atau budi pekerti yang tidak baik maka orang yang ingin melihatnya pun enggan, aplagi orang ingin berbagi ilmu kepadanya.

iapun pernah berkata "Ciumlah tangan orang tu mu dan orang orang tu yang lainnya apabila bertemu dan berilah salam kepadanya, walau sekalipun ilmu yang kita miliki lebih tinggi juga pangkat kita yang lebih tinggi daripadnya". Nah dari situ kita dapat ambil pelajaran, yaitu kita tidaklah boleh sombong akan pangkat drajat yang kita miliki dan kekayaan yang kita punya terhadap orang lain.

CARA MEMBOBOL WIFI

ti anda yang sering sekali penggermar internet murah ingin sekali bukan cara ini dan tentunya dengan biaya yang murah lagi enak.Tenang saja pada posting saya kali ini saya ingin berbagi cara ni tentang gimana sih caraya membobol wifi biar dapat internet gratis nan enak. Bukan bermaksud jahat sih, tapi terkadang orang kaya tu sering sekali pelit banget sama orang biasa kaya kita kita ini, lagi terkadang sombong nya sampai ke ujung bumi.
Boleh lah sekali kali kita memberi pelajaran ke pada orang kaya yang memakai wifi itu. Ya ga sah yang kejam kejam yang biasa biasa saja yang dapat berbagi sama orang biasa. Pada percobaan saya kali ni saya mulay mencoba mengotak atik laptop saya agar gimana caranya dapet sinyal wifi tetangga secara gratis. Utik utak utik ternyata gagal melulu, nah tak sampai tu saja, saya coba bertanya sama mbah saya, biasa yauitu mbah google, pasti pada kenal bukan sama mbah saya yang satu ini. Mesin pencari yang sangat jitu yang ada di google, yang dapat menjawab apa yang kita butuhkan.Misalnya seperti saya yang membutuhkan bagimana sih caranya membobol wifi tetangga yang memakai pasword ini, ternyata saya menemukan dari tetangga saya di dunia maya di salah satu blog yang ada, yaitu cara membobol wifi yang memakai pasword.
Dia memberikan suatu postng yaitu (numpang copas ya bang) Satu trik yang dapat menjawab pertanyaan kita.......

Trik ini juga dipakai untuk mencari password yang digunakan oleh seseorang untuk mengakses hotspot yang menggunakan kartu prepaid.
Alat yang dipersiapkan sih simple aja :
- Seperangkat Laptop : PC yang ada wifi adapternya juga bisa, asal jaringan hotspotnya bisa tertangkap.
- Charger laptop : karena pasti memakan banyak daya batre saat keranjingan internet gratisNgakakNgakak.
Software yang diperlukan:
 1. IPScan.exe
 2. TMACv5_Setup.zip
Langsung aja sekarang ke caranya:


  1. Cari lokasi penyedia layanan hotspot, tentunya di daerah yang terjangkau jaringan hotspot tersebut.
  2. Hidupkan laptop anda, dan hidupkan pula wireless network anda dan lihat di sistem tray icon wireless network, kemudian klik kanan dan pilih view avalible wireless network, dan tentunya setelah itu anda harus connect ke wireless hotspot tujuan anda. 
  3. Setelah connect, klik kanan sistem tray dan pilih status >pilih tab detail > kelihatan disana ip yang diberikan kepada kita. Catat ip tersebut.
    Buka Program AngryIP Scanner dan isikan ip range yang akan kita scan (pakai data ip kita tadi) pada bagian atas. Misalnya : IP yang kita dapat xxx.xxx.x.xx kemudian masukkan pada kolom range pertama ip kita sesuai dengan ip yang tadi namun ganti angka di bagian akhir dengan 1 menjadi xxx.xxx.x.1 dan pada kolom kedua tuliskan sama namun angka satu diakhir itu ganti dengan 255 menjadi xxx.xxx.x.255. hasilnya xxx.xxx.x.1 to xxx.xxx.x.255 dan klik start (tombol merah).
  4. Setelah melakukan scanning maka kita akan mendapatkan data ip yang hidup yang terkoneksi dengan hotspot tersebut. setelah scanning selesai maka lihat ip yang hidup (alive host) warna biru klik kanan pada ip yang hidup Klik kanan pada ip yang warna biru tadi klik kanan > show > mac address dan akan ada kode mac addres (terkadang ada mac addressnya tidak tampil, pilih saja ip yang lainnya). Catat mac address yang kita dapatkan.
  5. Buka Program Mac Address Changer yang telah kita persiapkan. Disana ada field mac address. nah sekarang tinggal ganti mac address tersebut dengan yang kita dapatkan tadi dan tekan change mac id.
  6. Tunggu karena mac kita akan diganti dan koneksi sementara terputus dan konek lagi otomatis sendiri.
  7. Masuk web browser firefox atau apa saja boleh. Nikmati Internet Gratis…
Satu hal yang perlu diingat adalah kita sistemnya numpang data transfer pada account yang kita hack tadi (yang punya ip tadi…). 
Ini bisa di akali dengan masuk halaman status login hotspot tersebut (untuk dapat account). Misalnya idonbiu.hotspot.net/status dan begitu masuk disana kan terlihat nomor sandi prepaid card dan kita catat saja, lalu logout, dan masuk kembali ke halaman login hotspot itu cepat-cepat masukkan sandi tadi. Hal ini akan membuat kita secara langsung dapat mengakses internet tanpa menumpang lagi (soalnya yang make prepaid card code kan kita) jadi kalau ada yang mau login pakai kartu itu (yang punya code) saat kita login pakai kartu itu tentunya dia tidak akan bisa masuk karena kartu prepaid cardnya “already login”.
 Bagaimana, menarik bukan ? 
 Untuk Scanning Ip juga bisa memakai aplikasi Dude 3.2.zip untuk mengetahui kondisi koneksi komputer-komputer ke hotspot. Bisa dicoba juga ya. 
niy dapet yang terbaru klo di hotspot pada pake wep or wpa pake ini aja
barusan dicobain tembus euy.....

Kamis, 08 November 2012

harga gadget terbaru.....


    WOWW!
harga ipad terbaru, yaitu ipad 3 sangat fantastis hatganya...
sebesar 8.990.00

 Apple A5X Dual Core 1GHz Processor with quad-core graphics, Retina Display, 9.7" LED-backlit Multi-Touch IPS, Bluetooth, Camera, Audio, Video, 64GB storage, Wi-Fi, 4G, iOS 5, Touchscreen, Dolby Digital 5.1 support, HDMI-out, Digital Compass


          






harga galaxy s3 sanagat maahal,rp. 6.699.000
Network AvailabilityGSM 
Network CoverageGSM 850 / GSM 900 / GSM 1800 / GSM 1900 
Tipe LayarAMOLED capacitive touchscreen, 16M colors 
Ukuran Layar
  • 720 x 1280  
 
Input TypeTouchscreen 
Std. Memory16GB 
Memory SlotMicroSD 
GPRSGPRS, EDGE, HSDPA 
Messaging CapabilitiesSMS(threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM, RSS 
Infrared PortNot Available 
BluetoothBluetooth 4.0 
Wireless LANWi-Fi 802.11 a/b/g/n 
Kamera8.0MP 
MultimediaMP3 Player 
Baterai2.100mAh 
Waktu Bicara
  • upto 1.300min (2G) / upto 650min (3G)  
 
Standby Time
  • upto 900hrs (2G) / upto 750hrs (3G)  
 
Sistem OperasiAndroid 4.0 (ICS) 
Dimensi (PTL)70.6 x 8.6 x 136.6 mm 
Berat0,133Kg    by: jadid ozil habsyi

Senin, 30 Juli 2012

foto wisuda

pas waktu wisuda di gedung gradika, bersama murid kelas IX smpn5..
seru banget...!!!!!!
kenangan yg terindah?!!!!